Mesin wankel atau disebut juga mesin rotary adalah mesin pembakaran
dalam yang digerakkan oleh tekanan yang dihasilkan oleh pembakaran dan
diubah menjadi gerak putar pada rotor yang menggerakkan sumbu.
Mesin
ini dikembangkan oleh insinyur Jerman Felix Wankel. Beliau memulai
penelitiannya pada awal tahun 1950-an di NSU Motorenwerke AG (NSU)
dengan prototypenya yang bisa bekerja pada tahun 1957. NSU selanjutnya
melisensikan konsepnya kepada beberapa perusahaan otomotif lain di
berbagai penjuru dunia untuk memperbaiki konsepnya.
Seperti
namanya, mesin ini memiliki ciri kerja dalam pembakaran dengan cara
berputar atau berotasi. Dimana pistonnya berbentuk seperti segitiga dan
merangkap sebagai ruang bakar pula. Dan dengan begitu cara kerjanya
menjadi berbeda dengan mesin silinder biasa yang bergerak secara
vertikal atau horisontal.
Salah satu keunggulan mesin
rotary adalah bentuknya kompak dan sanggup menghasilkan tenaga yang
cukup besar meski menggunakan kapasitas mesin yang terbilang kecil.
Pada awal hadirnya mesin Wankel ini, banyak pabrikan otomotif dunia yang menggunakannya seperti GM, Mercedes-Benz, Mazda, Rolls Royce dsb.
Namun diantara semua pabrikan saat ini hanya tinggal pabrikan Mazda
saja yang serius mengembangkan mesin legendaris rotary ini.
Pada
bulan Mei 1967, Mazda meluncurkan mobil sport dua kursi dengan mesin
rotary pertamanya yang diberi nama Cosmo Sports. Seiring berjalannya
waktu, Mazda terus mengembangkan teknologi ini dan membenamkannya dalam
rangkaian mobil sport keluaraga RX series, seperti RX-2 Capella (1970),
Savanna RX-7 (1978) dan All New Mazda Savanna RX-7 (1985).
Namun,
pencapaian titik puncak teknologi mesin rotary dalam dunia motorsport
baru diraih oleh Mazda melalui mobil balap 787B yang berhasil
memenangkan lomba Le Mans 24 jam. Hingga saat ini, 787B masih memegang
rekor sebagai mobil balap bermesin rotary tercepat.
Pada
bulan Desember 1991, Mazda memperkenalkan generasi mobil sport All New
Mazda RX-7 (Anfini) dan dari berjalannya waktu, Mazda kembali
mengumumkan varian terbaru dari jajaran mobil sport terbaru Maret 2008
dengan mesin rotary RENESIS yaitu RX-8 versi facelift dan berhasil
memenangkan penghargaan International Engine of the Year.
Namun
banyak pabrikan yang melepas generasi mesin ini dikarenakan mesin ini
dianggap sebagai mesin yang boros bahan bakar, boros oli mesin dan yang
menjadi acuan mengapa produksi mobil generasi terakhir Mazda RX-8 Spirit R harus selesai pada 22 Juni kemarin adalah karena emisi gas buang CO2 mesin ini masih tinggi.
Sedangkan
dalam kenyataan pada saat ini adalah pabrikan otomotif dunia semakin
berlomba untuk bisa menghasilkan kadar gas buang CO2 yang dihasilkan
mesin bakar kendaraan sekecil mungkin bahkan mencapai level zero emisi.
Bahkan pabrikan Mazda sendiri telah mengembangkan sebuah teknologi
mesin Skyactiv yang terbukti sanggup menghasilkan emisi gas buang yang
rendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar